Hakanak yatim selanjutnya adalah mendapatkan kehidupan yang layak meliputi sandang, pangan, papan, dan pendidikan. Dalam surah Al-Insan Ayat 8, Allah menegaskan pentingnya memberi makan kepada seorang anak yatim piatu. Demikian juga, seruan untuk melindungi mereka seperti termaktub dalam surah Ad-Dhuha Ayat 6. Jawabanyang benar: 2 pertanyaan: Buatlah cerpen yang mengangkat kehidupan remaja di daerahmu. Tokoh remaja yang tidak memiliki orang tua, tetapi harus mengurus adiknya. Cara ia sekolah, mencari nafkah, dan mengurus adiknya. Suatu saat adiknya minta dibelikan kue dan es krim di hari ulang tahunnya. Ia ingin membuat adiknya bahagia, tetapi tidak punya uang karena kondisi masa covid yang sangat Sebetulnyamengenai masalah biaya adopsi anak juga akan tergantung dari masing-masing panti asuhan. Namun untuk biaya proses adopsi resmi, yang harus anda keluarkan sebagai calon orang tua adalah biaya untuk menyiapkan beberapa dokumen persyaratan. Jika berniat mengadopsi anak maka pastikan untuk mencari tempat adopsi anak yatim piatu. Terdapatbeberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengasuhan anak yatim: 1. Dilarang menisbatkan anak asuh kepada selain ayah kandungnya. 2. Mereka (anak asuh/ anak angkat) tidak berhak mendapat warisan dari orang tua asuhnya karena tidak termasuk ahli waris, tapi mereka boleh menerima wasiat. 3. Membantuanak yatim bukan hanya berbicara mengenai kebutuhan pokok saja, namun juga mengenai kebutuhan tumbuh kembangnya agar anak yatim piatu bisa tumbuh menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. Kali ini, kami akan mengajak Anda untuk menyantuni anak yatim dengan cara lain. Yaitu dengan cara membantu pendidikan anak yatim piatu. KisahSedih Seorang Anak Yatim. Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash. Pada kesempatan kali ini Saya akan menuliskan sebuah kisah nyata yang mengharu biru dari seorang anak yatim. Anak yang terlalu masih kecil untuk kehilangan seorang Ayah yang sangat mencintainya. Sebut saja keluarga Pak Anton (Nama Samaran). . Cerpen anak yatim piatu yang menyedihkan adalah kisah seorang anak kecil yang ditinggal kedua orangtuanya, namun dia tidak mengatahui kalau ibu dan bapaknya telah meninggal cerita Kisah anak yatim piatu yang sangat menyentuh hati dipublikasikan blog fiksi menceritakan tentang anak yatim piatu yang disuruh mengemis dengan membawa bayi tapi bukan cerpen tentang anak yatim piatu ini bukanlah cerpen anak yatim piatu yang harus mengurus adiknya tetapi cerita sedih anak yatim piatu yang disuruh mengemis oleh seorang perempuan yang tak punya kisah cerita dalam cerpen anak yatim piatu singkat dalam cerpen tentang anak yang ditinggal orang tuanyaUntuk lebih jelasnya tentang cerita anak yatim piatu yang malang disimak saja cerpen tentang anak yatim piatu berikut ini dengan judul cerpen "Risa Gadis Yatim Piatu"Cerpen singkat tentang anak yang malang Risa Gadis Yatim PiatuAuthor Robiatul Hadawiah, SSPemandangan memilukan ada di hadapanku. Seorang anak kecil usia lima tahunan seraya menggendong bayi mungil sedang meminta minta dari satu toko ke toko lainnya. Sesampainya di depanku, kutanyakan langsung dimana orang tuanya berada."Adik manis, ayah ibumu dimana ?"Aku bertanya namun seperti tak butuh jawaban karena belum sempet anak itu menjawab, pertanyaan demi pertanyaan lainnya menyeruak didadaku untuk segera ditanyakan."ini bayi siapa yang kamu gendong ? adiknya ya ? rumahmu dimana ? mau kaka anter pulang de ?"Sorot mata sayu anak itu memperlihatkan keraguan dan ketidaksukaannya dengan tak menyerah, kutanyakan lagi perihal orang tuanya." Ayah ibu kamu dimana sayang ? Boleh kaka bertemu mereka ?" Sekali lagi ia membisu."Tidak apa-apa ya, kamu jangan takut. Jawab saja setahu kamu. Ayah Ibumu dimana ? bayi ini adikmu yah ?""Iya." Tiba-tiba keluar jawaban dari mulut mungilnya"Bapak lagi kerja. "Singkat ia menjawab, sehingga masih menimbulkan tanya dan rasa heran di benakku. Bagaimana mungkin ada orang tua yang tega membiarkan anaknya mengemis lebih-lebih sambil menggendong bayi."Oh ya? Bapak kerja dimana de ?"Harapku ia sudah mengetahui tempat dimana ayahnya bekerja, mengingat usianya yang masih kecil. Namun ternyata jawaban anak itu sungguh diluar dugaan."Bapak kerjanya di atas langit ka. "Sambil tangannya menunjuk ke tertegun. Terdiam sesaat, mencoba mencerna kata-katanya."Hmmm...oh Bapakmu seorang pilot ? bawa pesawat terbang tinggi ya?"tanyaku lagi."Bukan. Bapak lagi bobo sama Alloh. " Sahutnya lagi aku Cuma bisa terdiam mendengarnya. Anak ini seorang yatim."Bagaimana dengan ibumu ?" Tanyaku lagi mencoba untuk tidak larut dalam suasana."Emak juga lagi bobo sama Bapak di langit."Ya Tuhan, anak ini yatim sadar kuraih bayi mungil dalam pelukan gadis kecil itu sambil menyuruhnya untuk duduk di sampingku. Rasa hangat dan iba campur sedikit panik itu mulai terbayangkan rasanya anak sekecil ini berkeliaran di jalanan sembari menggendong bayi dikarenakan kedua orang tuanya sudah meninggal kepolosan khas anak kecil, seketika itu juga gadis kecil yang belakangan kutahu namanya adalah Risa tersebut meraih tanganku dan menggenggamnya, terlihat seperti sudah mulai merasa nyaman berada dengan sedikit menarik-narik tangan kananku, ia pun mau mulai bicara banyak."Ka, Risa kangen Bapak sama Emak. Tolong anter Risa sama dede bayi ketemu mereka ya. Risa bingung, Bapak Emak kok ga pulang-pulang. Janjinya ga akan tinggalin Risa sama dede lama-lama. Eh tiba-tiba ada orang dateng ke rumah bilang Bapak Emak sudah ga ada dan aku sama dede harus ikut mereka."Mendengar penuturannya sungguh membuat hati ini semakin teriris. Mungkin yang dimaksud dengan orang yang membawa Risa pada saat itu adalah saudara dari pihak ayah atau ibu Risa."Risa sayang, sekarang tinggal sama siapa ? Bobonya di mana ?" Tanyaku sedikit bergetar."Sama tantenya om. "Agak keheranan ku mendengar jawabannya."Siapa itu tantenya om ? Maksud kamu sekarang kamu tinggal bersama om dan tante ?""Sama tante aja. Tante Dayana. "Oh berarti Risa dirawat tantenya seorang tanpa ada sosok paman di dalam rumahnya, pikirku saat itu."Tante Dayana bilang Bapak Emak Risa gak akan jemput Risa sama dede bayi lagi, karena Bapak sama Emak udah bobo panjang, selamanya gak akan pernah bangun lagi. "Ceritanya semakin membuat kesedihanku tak terbendung. Bulir-bulir air mataku berjatuhan mengenai tubuh bayi mungil adik Risa yang sedang kugendong. Risa melanjutkan merajuk diriku untuk bertemu ayah ibunya."Biar Risa aja yang jemput Bapak Emak, kaka bantu Risa ke atas langit dong, mereka mau Risa bangunin , masa bobo terus sih. "Ya Tuhan, celotehnya menggambarkan betapa Risa sangat merindukan sosok kedua orang Risa masih belum paham tentang kepergian orang tuanya, selama ini Risa diberitahu kalau ayahnya sedang tidur panjang, padahal sebenarnya sudah meninggal tahu harus menjawab apa, kualihkan perhatian Risa dengan bertanya tentang sosok bayi yang dibawanya."Dede bayi ini namanya siapa?""Ammar." Jawab Risa singkat"Subhanallah, nama yang indah. Ammar bayi yang ganteng ya, pasti Risa sayang banget sama dede Ammar. ""Iya, Ammar lucu. "Risa menanggapinya dengan cuek, seperti tidak ada hubungan darah yang mengalir diantara keduanya. Ternyata betul dugaanku."Ammar adiknya Risa bukan ?" tanyaku penasaran"Bukan. " Jawabnya"Loh, terus kenapa dede Ammar ikut mengemis sama Risa ?""Tante yang suruh bawa Ammar tiap kali ngemis. "Tak henti hati ini tertegun setiap mendengar jawaban Risa. Sungguh malang nasib kedua anak ini, ku tak bisa membiarkan ketidakadilan di depan mata seperti ini. Tapi apa yang bisa kulakukan untuk membantu Risa ?"Ya Rabb......benarkah Tante yang menyuruh kamu mengemis dengan membawa serta Ammar ?""Iya."Kejujuran terlihat di kedua terkesiap lagi dengan kisah hidup gadis yatim piatu ini. Pikiranku langsung membayangkan sosok wanita bernama dimana naruninya sebagai perempuan yang begitu tega menyuruh anak yatim piatu meminta-minta dengan menggendong bayi pula. Ingin sekali rasanya melaporkan sesegera mungkin ke pihak kusadari, informasi yang kupunya belumlah cukup bukti. Sebisa mungkin ku menahan diri ini untuk bersabar. Tidak berapa lama kemudian Risa kembali bercerita."Risa ga mau pulang ke rumah tante lagi." Katanya"Kenapa memangnya ?" Pertanyaan bodoh sepertinya."Tante jahat. Risa sakit. Sakit semua."Sedikit bingung, kutanyakan tentang sakitnya."Sakit apanya sayang ? Risa dipukul ?" Ragu-ragu ku bertanya."Iya. Tante suka pukul Risa. Apalagi kalo pulang ga bawa uang, pasti Risa dipukul disini ujarnya sambil memegang pipi, disini juga sambil pegang tangan dan kakinya. "Sekilas kulihat banyak bekas luka lebam di tangan dan kakinya."Ini kuping Risa juga tante suka tarik-tarik sampe Risa sakit banget."Lagi-lagi ku tak mampu menahan perih hati ini mendengar keluhan Risa. Ya Allah, beri hamba kekuatan untuk membantu meringankan duka gadis ini, doaku dalam hati."Risa mau makan ?"Untuk sekarang hanya inilah yang bisa kulakukan."Mau. Risa laper."Mulutnya tampak tersenyum ketika menjawab ajakanku. Alhamdulillah, kulihat harapan dalam senyumannya."Ayo kita makan dulu. Setelah itu, Risa sama Dede Ammar ikut ke rumah kaka dulu yah. Untuk sementara, kalian tinggal sama kaka, mau sayang ?" Ajakku penuh Risa memelukku dengan erat sambil menangis."Mau ka. Risa mau ikut kaka. Kaka baik. Ga jahat. Risa takut pulang ke rumah tante. "Ku coba tenangkan Risa, namun aku sendiri tak berdaya menahan sedih. Air mata semakin deras keluar dari mata apa yang kupikirkan, tanpa pikir panjang langsung memutuskan untuk mengambil kedua anak itu, berharap keajaiban akan membantuku untuk mengurus dan merawat keduanya dengan hal yang harus kulakukan demi menolong mereka agar tidak lagi mengalami kekerasan fisik dan mental. Tekadku sudah bulat untuk menolong. Semoga Allah SWT meridhoi jalan yang kutempuh dan melancarkan segala berjalan beriringan menuju rumah makan cepat saji terdekat, dimana setelah melahap menu makan siang lalu dilanjutkan dengan menyantap es krimnya yang terkenal lezat dan pastinya disukai terlihat bahagia sekali, seperti telah hilang beban berat yang selama ini menimpanya, sementara dede Ammar terlihat tenang dalam untuk kebahagiaan mereka. Berharap kumampu menyelipkan sedikit bahagia di setiap helaan nafas dalam kehidupan mereka Cerpen tentang remaja yatim piatu yang harus mengurus adiknya - berikut contoh cerpen tentang remaja yatim piatu yang harus mengurus adiknyaDi sebuah desa kecil yang terpencil, tinggal seorang remaja bernama Amir. Ia adalah seorang remaja yatim piatu yang harus mengurus adiknya, Farhan, setelah kedua orangtuanya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis. Meskipun tanggung jawab yang besar jatuh ke pundaknya, Amir mencoba sebaik mungkin untuk menjalankan perannya sebagai seorang kakak yang bertanggung dan Farhan tinggal di sebuah rumah sederhana yang ditinggalkan oleh orangtuanya. Meski hidup dalam keterbatasan, Amir tidak pernah membiarkan hal itu menghalangi usahanya untuk memberikan kehidupan yang baik bagi adiknya. Ia berusaha keras untuk menyediakan makanan, pakaian, dan pendidikan yang layak bagi hari, Amir berangkat ke pekerjaannya sebagai buruh serabutan. Ia bekerja keras sepanjang hari untuk mendapatkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Meski lelah, ia tidak pernah menunjukkan rasa putus asa atau keluh kesah kepada Farhan. Ia selalu berusaha menunjukkan sikap optimis dan penuh adalah sosok yang penuh kasih sayang terhadap adiknya. Di antara kesibukannya, ia selalu menyempatkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama Farhan. Mereka bermain, belajar, dan saling mendukung satu sama lain. Amir berperan sebagai kakak dan teman bagi Farhan, memberikan dukungan moral dan kehangatan yang sangat dibutuhkan oleh hanya itu, Amir juga berusaha menjaga hubungan mereka dengan tetangga dan masyarakat sekitar. Ia tahu betapa pentingnya bantuan dan dukungan dari orang lain. Oleh karena itu, ia selalu membantu orang-orang di sekitarnya ketika mereka membutuhkan, walaupun dalam keterbatasan yang ia dalam perjalanan hidup mereka, mereka juga menghadapi tantangan dan kesulitan. Ada saat-saat ketika uang yang mereka miliki tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terkadang, Amir harus mengorbankan makanan atau mengatur pengeluaran dengan hati-hati untuk memastikan bahwa Farhan tidak merasakan dalam kehidupan mereka yang sederhana, mereka juga menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil. Mereka belajar saling menghargai dan berbagi kasih sayang. Saat Amir melihat senyum di wajah Farhan, semua kesulitan dan kelelahan seakan hari, sebuah keajaiban terjadi dalam hidup mereka. Seorang dermawan yang baik hati mengetahui tentang kisah mereka dan memberikan bantuan finansial yang signifikan. Kejutan ini membuat mereka berdua terharu dan penuh rasa syukur. Amir menyadari bahwa mereka tidak lagi sendirian dan bahwa ada orang yang peduli dengan kehidupan bantuan tersebut, Amir dapat memberikan Farhan akses ke pendidikan yang lebih baik dan memperbaiki kehidupan mereka. Mereka berdua menjalani hidup dengan lebih baik dan optimis. Amir berusaha untuk tidak melupakan perjuangan dan tanggung jawabnya sebagai seorang kakak, tetapi juga belajar untuk menerima bantuan dan kasih sayang dari orang tentang Amir dan Farhan adalah kisah inspiratif tentang kekuatan cinta, ketahanan, dan tekad. Meskipun dihadapkan pada berbagai kesulitan dan rintangan dalam hidup, mereka tidak pernah menyerah dan tetap berjuang demi masa depan yang lebih baik. Kisah mereka mengajarkan kita tentang pentingnya keluarga, keberanian, dan daya juang yang kuat dalam menghadapi cobaan adalah singkatan dari "cerita pendek". Secara umum, cerpen adalah sebuah karya sastra fiksi prosa yang memiliki alur cerita yang lengkap dengan karakter, konflik, dan penyelesaian yang disampaikan dalam rentang waktu yang singkat. Cerpen biasanya ditulis dalam satu bab atau beberapa bab pendek, dan biasanya dapat dibaca dalam satu sedang atau dua belas memiliki beberapa elemen penting. Pertama, cerpen memiliki karakter-karakter yang menghidupkan cerita. Karakter-karakter ini dapat berupa tokoh utama, tokoh pendukung, atau bahkan tokoh antagonis yang memberikan konflik dalam cerita. Karakter-karakter ini membawa cerita dan membantu membentuk alur dan tema itu, cerpen juga memiliki alur cerita yang merupakan urutan kejadian yang terjadi dalam cerita. Alur cerita biasanya terdiri dari pengenalan, peristiwa utama, klimaks, dan penyelesaian. Alur cerita ini membantu memberikan struktur pada cerita dan menjaga minat pembaca tetap juga merupakan elemen penting dalam cerpen. Konflik adalah pertentangan atau permasalahan yang muncul dalam cerita dan mendorong perjalanan cerita. Konflik dapat berupa konflik internal dalam diri karakter atau konflik eksternal antara karakter-karakter yang berbeda. Konflik ini biasanya menciptakan ketegangan dan meningkatkan minat itu, tema juga merupakan elemen penting dalam cerpen. Tema adalah pesan atau ide yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita. Tema dapat berkaitan dengan kehidupan, cinta, persahabatan, atau nilai-nilai moral. Tema cerpen memberikan makna yang lebih dalam dan dapat mempengaruhi cara pembaca memahami dan meresapi juga menggunakan berbagai teknik narasi, seperti deskripsi, dialog, dan narasi langsung atau tak langsung, untuk menghidupkan cerita. Teknik-teknik ini membantu membentuk suasana dan membangun imaji dalam pikiran keseluruhan, cerpen adalah sebuah karya sastra pendek yang mengandung alur cerita lengkap, karakter-karakter, konflik, dan tema. Cerpen memberikan kesempatan kepada penulis untuk menggambarkan cerita yang padat dalam rentang waktu yang singkat, sementara pada saat yang sama, memberikan pengalaman membaca yang memikat bagi artikel kali ini di motorcomcom jangan lupa simak artikel menarik lainnya disini. Judul Bingkisansudah satu tahun lamanya ayah dan bunda meninggalkan aku dan adik ku. ingin rasanya memutar waktu, biarkan adik ku merasakan indahnya pemberian kado ulang tahun yang ke dua tahun. ibu ayah, adik ku sudah sangat pandai. ia tahu siapa ibunya, ia tahu siapa ayahnya. tanpa harus memandang kalian secara langsung."keren, keren besok ulang tahun.. keren mau hadiah apa?" tanyaku kepada adik."keren engga mau minta apa-apa kak.. keren cuma mau kakak bersama keren.."betapa melasnya adik ku, yang ia punya hanyalah aku seorang tapi aku selalu sibuk dengan pekerjaanku selama ini."keren.. besok kita ke pasar malam ya..""ke pasar malam? beneran kak? horeee!"aku sangat senang akhirnya bisa mengajak adik ke pasar malamnya kami sudah berada di pasar malam. kami mencoba berbagai pernainan yang ada."keren.. kakak punya sesuatu buat kamu...""apa kak?""ini.. maaf ya kakak cuma bisa kasih kamu bingkisan ini...""iya kak.. gapapa.. keren sudah senang kakak ajak keren ke pasar malam""ayoo di buka bingkisannya"adikku membukan dengan penuh semangat dan..."kakak.. huhuhu makasih kak" kata adik sambil menangis."iya sama-sama.. maaf ya dik kakak cuma bisa kasih foto ayah bunda""kakak jangan gitu.. dengan ini ayah dan bunda ada bersama kita sekarang" Cerpen Anak Yatim from Tentang Remaja Yatim Piatu yang Harus Mengurus AdiknyaKisah Inspiratif yang Harus Diceritakan Kisah tentang remaja yatim piatu yang harus mengurus adiknya adalah pengalaman yang harus diceritakan. Mereka menghadapi berbagai tantangan dan pengalaman yang menyebabkan mereka tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang berbeda. Kisah inspiratif ini mencerminkan betapa kuatnya mereka dan betapa besar pengaruhnya bagi orang-orang di Perjuangan yang Dilakukan Remaja Yatim Piatu Perjuangan remaja yatim piatu untuk mengurus adiknya bermula ketika orang tuanya meninggal secara tiba-tiba. Mereka harus belajar bagaimana mengurus diri mereka sendiri dan bagaimana mengurus adik-adik mereka. Mereka belajar bagaimana mengatur diri mereka dan mengejar pendidikan yang baik. Mereka juga harus belajar bagaimana mengatur pengeluaran dan berbagai hal lain. Bagaimana Remaja Yatim Piatu Menghadapi Tantangan Remaja yatim piatu menghadapi banyak tantangan dalam mengurus adik-adik mereka. Mereka harus belajar bagaimana mengatur diri mereka sendiri dan bagaimana mengatur keuangan keluarga. Mereka juga harus belajar bagaimana menjaga adik-adik mereka dengan baik dan bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Mereka juga harus mengurus berbagai masalah seperti masalah kesehatan dan masalah pendidikan. Kemampuan Remaja Yatim Piatu Untuk Memecahkan Masalah Remaja yatim piatu memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi mereka. Mereka belajar bagaimana mengontrol emosi mereka dan bagaimana menangani masalah tanpa membuat masalah lebih buruk. Mereka juga belajar bagaimana mengatur diri mereka dan mengatur keuangan keluarga mereka. Mereka juga belajar bagaimana menjadi pemimpin bagi adik-adik mereka dan bagaimana menjadi contoh yang baik. Kesimpulan Kisah tentang remaja yatim piatu yang harus mengurus adiknya adalah kisah yang harus diceritakan. Mereka menghadapi berbagai tantangan yang menyebabkan mereka tumbuh dan berkembang dalam situasi yang berbeda. Mereka memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dan memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin bagi adik-adik mereka. Menurut penelitian The Impact of Losing a Parent on Emotional and Behavioral Development in Adolescence oleh van Aken, perjuangan remaja yatim piatu dalam mengurus adiknya akan membantu mereka untuk tumbuh menjadi orang yang kuat dan berdaya saing. Dengan kata lain, remaja yatim piatu yang mengurus adiknya akan memiliki kemampuan untuk berkiprah dalam kehidupan mereka, dan menjadi contoh bagi orang lain. Kisah ini tentu saja menginspirasi banyak orang dan mengingatkan kita semua betapa pentingnya mencintai dan menghargai orang lain. Referensi van Aken, 2011. The Impact of Losing a Parent on Emotional and Behavioral Development in Adolescence. The Journal of Genetic Psychology, 1724, 369-385. Cerpen tentang kakak beradik yatim piatu adalah cerita pendek kakak dan adik yang hidup sebatang kara sebab kedua orang tua meninggal dunia karena cerpen tentang anak yang ditinggal orang tuanya ini mengisahkan seorang kakak yang mengurus adiknya yang selalu sedih karena kehilangan Ibu dan AyahnyaWalaupun mereka bersedih kasih sayang seorang kakak terhadap adik selalu sabar dan menuntun adik mendirikan Shalat untuk membangun rumah di SurgaKisah cerita lengkap cerpen tentang anak yatim piatu atau cerpen tentang seorang anak yatim piatu yang harus mengurus adiknya, disimak saja contoh cerpen adik kakak yatim piatu berjudul kisah dua bocah yatim piatu berikut Dua Bocah Yatim Piatu Author Tia FitrianiGelapnya kota ketika fajar belum menyapa, tengah malam bukan juga. Jalanan tidak seberisik waktu siang yang terik membabi buta, panasnya sungguh tiada kabut yang panas dari sisa-sisa polusi berpadu kabut dingin menjadi begitu sulit untuk diterima yang tidak begitu tua juga tidak begitu muda, tetapi terlalu banyak gaya. Mirisnya penghuninya juga menjadi terlalu kendaraan ngebut terdengar seperti ada satu pembalap liar yang tertinggal. Serta para pedagang-pedagang yang mulai pergi ke pasar untuk membeli dagangan murah untuk dijual kembali ke pasar dengan harga sedikit dilebihkan. Menggunakan kendaraan yang sederhana, tetapi kekuatannya tidak perlu lebar beraspal itu sebagiannya gelap dan sebagiannya lagi diterangi lampu jalan. Dari kejauhan ada dua bayangan hitam anak kecil, kakak beradik itu berhasil berjalan melewatinya. Berjalan dengan tenang, tetapi hatinya begitu perihal takut kakinya akan terkena benda tajam di jalan karena tidak mengenakan alas sendal. Tetapi, ketakutan pada kehidupan barunya sebagai anak yatim piatu yang mendadak ditinggal cerpen tentang anak yang ditinggal orang tuanya ini. Orangtuanya harus kehilangan nyawa ketika pergi untuk membantu saudara yang sedang merayakan acara ucapan kepada para pengantin "selamat menempuh hidup baru". Tidak disangka, kehidupan baru juga mereka berikan pada kedua buah hatinya."Kakak, kita mau kemana, sih?""Tidak tau Aan, kita jalan saja dulu,"Mereka bergandengan tangan di sepanjang jalan yang remang-remang. Jalan masih gelap, tetapi kendaraan sudah mulai membuat bising dan mengganggu lampu-lampu pedagang telah kembali dan seperti sudah ingin menjajakan dagangannya di pasar dengan harga yang menguntungkan. Sayur-sayur segar itu menumpuk bagian depan dan belakang kendaraan yang kecepatannya tidak dapat pula pedagang ikan yang di bagian belakangnya ada box dan sterofom yang pasti berisi ikan dan banyak es batu agar tetap segar."Gimana caranya kita nyeberang, Kak? Ada banyak kendaraan lalu-lalang!""Pegang saja tanganku, Aan!"Kendaraan itu berhenti, bukan karena mempersilakan mereka berdua lewat, tetapi karena lampu pada rambu-rambu lalu lintas itu sedang berwarna merah."Harinya sudah mulai terang, Kak!""Iyaa, Aan,""Jadi, kita mau kemana, Kak?""Tidak tau, Aan. Kita jalan saja dulu,"Fajar telah menyapa, azan subuh berkumandang dengan suara merdu dan lantang. Memaksa umat muslim dan muslimah untuk bangun dan melaksanakan kewajibannya. Perintah bahwa sholat merupakan hal yang lebih baik daripada kembali terlelap berselimutkan dosa-dosa."Kita ke mesjid saja ya, Aan,""Kita sholat dulu ya, Kak?""Iya, kita bisa santai dulu di mesjid ini, Aan,"Air dari keran mulai berjatuhan tanpa henti. Para muslim itu berbaris mengantri untuk menghapuskan dosa-dosa. Bangun dari tidur untuk beribadah taat kepada Tuhan yang Maha Esa. Dengan wajah yang basah, lengan baju yang masih bersusun di shaf pertama, kemudian kedua, dan seterusnya. Walau begitu, mesjid ketika waktu sholat subuh tidak pernah penuh shaf-nya."Kita shaf ketiga, Kak,""Iya, Aan, ayo duduk,""Huaahhhhhhh,""Kamu ngantuk, Aan?""Iyaa, Kak, tapi Aan tahan, Aan mau sholat subuh dulu,"Iqamat dikumandangkan, seluruh muslim dan muslimah berdiri dan mengangkat takbir. Ada beberapa yang menahan kantuk dengan menutup rapat mulutnya agar tidak terbuka lebar ketika diantara mereka bahkan menutup mata agar terlihat khusyuk, sebenarnya mata kantuknya yang terlalu berat. Di antara semua orang yang sedang beribadah, satu doa sedang begitu bersinar di mesjid tersebut."Hiks, hiks, hiks,""Kakak menangis?"Satu anak itu bersujud dengan linangan air mata dan satunya lagi merasa iba kepada kesedihan kakak tercintanya. Duduk di antara dua sujud, air matanya masih membasahi ia tarik nafasnya untuk menahan ingusnya agar tidak jatuh keluar. Hingga salam, anak itu mulai tenang dan mengusap wajahnya. Meminta agar doanya dapat dikabulkan oleh begitu sedih melihat wajah penuh harapan dari kakaknya. Ia peluk kakaknya dengan mata terpejam, mereka terlihat sebagai sepasang kakak adik yang saling menyayangi."Aan, dulu ada yang bilang, kalau mau rumah di surga, itu mudah saja caranya,""Rumah di surga, Kak?""Iya, Aan. Sekarang kita sudah tidak punya rumah di sini. Jadi, gimana kalau kita bikin rumah saja, tapi di surga!""Aan terserah Kakak saja. Aan pasti bantu Kakak buat rumahnya,""Aan memang anak pintar!""Gimana cara buatnya, Kak?""Katanya sih, sholat duha aja, Aan. 12 rakaat, kita bisa buat rumah bahkan istana di surga, Aan!""Berarti istana kita hampir jadi, Kak. Kita kan selalu sholat duha, tapi kita ngerjakannya cuma 8 rakaat!""Iya, Aan. Kita bisa selesaikan hari ini. Kita sholat duha 12 rakaat hari ini ya, Aan!""Iya, Kak!"Gerakan sholat itu begitu penuh harapan, berdiri, rukuk, duduk, dan sujud. Mengulanginya hingga rakaat ke-12, kaki yang masih bersimpul tahiyat akhir. Menengadahkan ribuan doa bersama harapan akan diberikannya menguatkan pejamannya, entah untuk menahan air mata atau bahkan untuk memudahkan air mata itu mengalir ke satunya lagi, melihat wajah adik kecilnya. Rasa sayang bagaikan pijar yang menyala di dalam hutan. Sesuatu yang terlihat, tetapi tidak terlalu dirasakan kehadirannya. Sebab, waktu tidak menapaki alurnya dengan cemas mengenai akankah Tuhan mengabulkan sebuah doa kecil tersebut. Perjalanan mereka berlanjut dan kembali tanpa tujuan."Sekarang, kita akan pergi kemana, Kak?""Tidak tau, Aan,"Hari sudah terik, walaupun hari itu dapat dikatakan masih pagi. Memang sebuah kota, pemandangan sekitarnya harus dibuat sesibuk mungkin. Orang-orangnya akan diperlihatkan memiliki banyak pekerjaan yang begitu jalanan pun tidak banyak interaksi, apalagi basa-basi. Jika matahari telah sampai tepat di atas, kemarahan yang datang tiba-tiba dapat mengeluarkan segala macam ucapan ada lagi rasa simpati, mereka hanya mencari cara agar segala kebutuhannya dapat terpenuhi. Hanya dirinya, tidak peduli bagaimana hidup orang bocah itu, kembali menanti kendaraan-kendaraan itu berhenti. Menyeberangi jalan beraspal yang selang-seling bercat putih. Walaupun lampu itu telah berwarna merah, masih saja ada pengendara yang melaju untuk mengambil kesempatan yang dapat menghilangkan peluang pun menjadi menunggu terlebih dahulu dan memastikan bahwa memang tidak ada lagi pengendara seperti itu. Ketika dirasa aman, dengan bergandengan tangan, satu bocah melihat kearah adik mempercepat langkah kaki, mereka melewati jalan hitam dan putih itu. Ternyata satu pengendara ajaib datang menyerobot ikatan tangan kedua anak tersebut."Kita berhasil melewatinya, Kak!""Iya, Aan," wajahnya begitu mengharukan untuk dilihat. Tetapi, itulah kebahagiaan terbesarnya. Melihat adiknya bahagia atas apa yang telah diharapkan di dalam doanya."Aan, beginilah rupa rumah yang telah kita bangun,"Selesai

cerpen tentang remaja yatim piatu yang harus mengurus adiknya